0857.94.8585.76 Indonsat-Kreasi dari Grand Livina Serta Semangat Perubahan Manajemen NISSAN

Grand Livina dan Semangat Perubahan Manajemen Nissan

Siapa yang tak kenal Nissan dengan produknya “Grand Livina” yang diluncurkan pada bulan April 2007 yang saat itu dinobatkan sebagai Car of the Year pada tahun itu, dengan penjualan yang laris manis seperti jualan gorengan. Kondisi tersebut sempat membuat ketar-ketir penguasa pasar otomotif yaitu Toyota dengan produknya Kijang Innova.

Kisah dari melonjaknya kesuksesan penjualan Grand Livina, mengingatkan pada saya terjadi pada tahun 2005 yang mana Nissan X-Trail juga pernah mengalami hal yang sama dan menjadikan sebagai No. 1 SUV in Indonesia. Dua produk ini dan produk-produk lainnya kembali melambungkan kembali nama Nissan dalam pasar otomotif di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Kondisi tersebut menipis dari prekdiksi kebanyakan orang pada saat itu dikabarkan bahwa perusahaan ini akan berada diambang kebangkrutan, 15 tahun yang lalu -ternyata perubahan yang signifikan mengalami kemajuan yang pesat hingga kini.

Jadi apa yang bisa didapatkan dan dipetik dari kisah ini yang membuat Nissan mampu melakukan proses pembalikan-perubahan yang sangat dramatis? Mari kita simak beersama…

Pada saat itu dari tahun 1999 dalam perjalanannya setiap tahun setiap sudut pabrik Nissan, di Jepang mengalami kerugian demi kerugian bahkan hingga Lini produknya kian dilupakan. Kinerja Keuangan berada pada titik nadir pada tahun 1998 hutang Nissan sudah mencapai Rp. 200 trilyun. Kondisi ini membuat Nissan semakin terpuruk, para petinggi Nissan semakin meratapi kegalauan, kesedihan. Keajaiban datang siapapun tak akan mengetahui, Persis saat kondisi yang menyedihkan muncul Dewa Penyelamat, inilah momentum yang terjadi pada Nissan. Renault satu dari yang lain perusahaan otomotif Eropa, Perancis dengan negoisasi yang sangat alot setuju untuk membeli 37% saham Nissan dan mengucurkan dana segar untuk menyelamatkannya. Dan Renault minta untuk menepati posisi sebagai CEO Nissan.

Setelah mendapatkan kesepakatan maka Renault mengutus satu dari sekian banyak eksekutif tebaiknya yaitu Carlos Ghosn untuk menjadi CEO Nissan, momen ini merupakan fenomena yang langka di Jepang, sosok pribadi non-Jepang bisa menjadi CEO di perusahaan besar di Jepang.

Dan Renault berpesan kepada Carlos Ghosn yang merupakan pria keturunan Lebanon untuk segera mendarat ke Jepang dan Selamatkan Nissan “ Jangan pernah kembali kembali ke Paris sebelum berhasil. Tepat pada pertengahan 1999 Carlos Goshn resmi menjadi CEO Nissan untuk memulai sebuah misi.

Sejak saat itu Carlos mulai melakukan serangkaian langkah kunci untuk merevitalisasi kebesaran Nissan. Hal yang pertama yang dilakukan adalah Building sense of urgency to CHANGE. Berani melakukan perubahan-perubahan. Karena hanya ada dua pilihan yang dihadapkan oleh Nissan “berubah atau mati”. Dan hal tersebut sangat dipahami untuk dimaklumi segenap pekerja Nissan, karena Nissan sudah berada pada titik nadir.

Steps selanjutnya yang dilakukan apa yang disebut dengan Nissan Recovery Plan, dalam hal ini Nissan melakukan tindakan-tindakan kunci, detail, jelas agar dapat mentransformasi Nissan.  Bila dibedah dalam Recovery Plan yang dilakukan terdapat dua strategi:

Pertama adalah untuk melakukan revitalitas produk-produk baru Nissan dan dalam proses pengembangan produk baru harus dipercepat dan agar segera ditingkatkan kapabilitas dari Nissan itu sendiri. Bersamaan dengan tindakan ini Nissan merekrut salah satu desainer mobil TOP di Jepang yaitu Shiro Nakamura untuk menjadi Chief design Nissan. Keputusan ini berpengaruh sangat besar dan terbukti mampu merevitalisasi lini produk Nissan.

Kedua adalah melakukan efisiensi biaya secara besar-besaran yang termasuk menutup pabrik-pabrik yang tidak produktif, mensentralkan proses purchasing secara global agar lebih efesien, mengeliminasi pekerjan-pekerjaan yang non value-added, yang terakhir dilakukan oleh Carlos Ghosn adalah membentuk TIM INTI yang langsung dibawah kepemimpinannya. Tugas tim ini adalah memastikan bahwa semua yang tercantum dalam recovery plan dapat di-EKSEKUSI serta di Implementasikan dengan tuntas.Inilah dua kata kunci yang selalu tertanam dalam perjalanan Nissan.

Sebuah keputusan yang tepat mengirimkan sosok Carlos Ghosn untuk mangangkat kapabilitas kembali Nissan. Karena pribadi ini bukanlah sosok-tipe pemimpin  yang hanya bicara visi saja alias OMDO (omong doang), tetapi pemimpin yang memiliki tipe eksekutor sejati yang selalu fokus pada hasil (result oriented) dan berorentasi bagaimana menuntaskan proses eksekusi agar elemen-elamen penting dari Recovery Plan dapat dipastikan menjadi sesuatu yang NYATA tak hanya sebagai rencana tetapi benar-benar dilakukan sesuai dengan sasaran.

Rangkaian langkah-langkah yang dilakukannya mendapati hasil dan membawa keajaiban, pada tahun 2001 Nissan kembali meraih keuntungan dan pertumbuhan yang mengesankan hingga kini. “From Zero to Hero” Carlos Ghosn mampu mengentaskan Nissan dari keterpurukan dengan tindakan yang jelas dan terukur, serta ide yang brilliant dalam penyelamatan Nissan.

Kisah Nissan Grand Livina dan Nissan X-Trail dengan tampilan yang elegan terus melenggang dijalanan akan menginspirasi siapapun termasuk saya KAPANPUN tentang semangat perubahan yang pantang menyerah untuk menuju titik puncak, seperti yang dilakukan Nissan.

menitipkan jika suatu saat membutuhkan>> Training Manajemen SDM

0m857.94.8585.76 Indosat-Training Parenting NILAI ULANGAN JELEK “Bagaimana sebagai ORANG TUA MENYIKAPINYA..? # 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s