Cara Karyawan Bisa Naik Gaji Empat Kali

Cara Karyawan Bisa Naik Gaji Empat Kali dalam Setahun, Sik..asik..bila hal ini terjadi pada Anda yang saat ini memiliki aktifitas rutin keseharian dalam sebuah perusahaan, siapa yang ga MAU ? Bagaimana caranya,???? yaitu dengan membuah Membuat Nilai Tambah (VALUE),
Nilai Tambah apa saja yang harus Anda berikan:

Nilai   tambah   pertama  yang   harus   selalu   ada   adalah  bisa   dipercaya.  Bila   kita   ketahuan melakukan penggelapan,  manipulasi,  atau penipuan di  perusahaan,  baik besar  maupun kecil-kecilan, sudah pasti  kita sulit  dipromosi  atau naik gaji  secara maksimal.  Dan Anda tahu akibatnya? betul pa betul? Jadi, Bisa dipercaya adalah fondasi  yang paling mendasar  di  seluruh bidang kehidupan.  Bayangkan apabila Anda seorang pemilik perusahaan atau seorang atasan yang membutuhkan karyawan untuk dipromosi dan diberi tanggung  jawab yang  lebih besar,  atau bahkan untuk diajak menjadi  partner.  Sudah pasti  yang dipilih adalah orang yang dapat dipercaya.

Nilai tambah yang kedua, kita harus menghasilkan lebih daripada yang kita terima, lebih dari karyawan yang lain. Yang dimaksud lebih dari yang kita terima adalah bila gaji kita 100, kita harus memberi lebih dari 100 dan bila kita hanya memberi 100, kita pas dan layak untuk tidak naik gaji. Yang dimaksud lebih dari karyawan yang lain adalah memberikan kinerja yang lebih hebat daripada sesama karyawan pada level yang sama. Kenapa kita layak untuk naik gaji setahun empat kali? Karena kita mempunyai  prinsip 1-3-5.  Yaitu 1 karyawan digaji  3 kali   lipat  dari   rata-rata karena mempunyai produktivitas 5 kali lipat dari rata-rata.

Perlu selalu diingat, prinsip mengenai nilai tambah:

Hidup adalah nilai tambah, tapi kalau semua hidup, berarti hidup bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar.

Jujur adalah nilai tambah, tapi kalau semua jujur, berarti jujur bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar.

Mencapai   target  100% adalah nilai   tambah,   tapi  kalau semua mencapai   target  100%, berarti mencapai target 100% bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar.

Untuk bisa lebih daripada karyawan lain, kita harus menggunakan jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Setiap ada karyawan lain, cabang lain, perusahaan lain yang lebih sukses, amati secara detail, teliti bagaimana bisa meniru, dan kalau perlu melakukan modifikasi tertentu dengan cara mengubah atau rnenambahkan sesuatu.

Nilai tambah yang ketiga adalah inisiatif untuk menyelesaikan masalah. Tidak perlu menunggu sampai disuruh. Hindari kecenderungan untuk menyalahkan pada orang lain, atasan, situasi, anak buah, tetapi tunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketika kita tahu ada yang tidak beres, kita tidak BEJ (Blame, Excuse, Justify) tapi berinisiatif untuk menyelesaikan masalah.

Nilai tambah yang keempat adalah berperilaku menyenangkan. Jaga penampilan, kedisiplinan, kesopanan, bicara baik di depan dan di belakang. Orang yang omong jelek di belakang sama sekali tidak menyenangkan.

Mengomunikasikan Prestasinya kepada Orang yang Tepat. Bila kita sudah mempunyai nilai tambah, kita harus komunikasikannya. Orang yang mempunyai nilai tambah yang lebih dari karyawan lain yang tidak mengomunikasikan tetap bisa naik gaji dan dipromosikan, tapi akan makan waktu lebih lama.

  • Komunikasikan hal itu kepada orang yang tepat, yaitu atasan atau pemilik perusahaan.

Kalau kita hanya mengomunikasikan prestasi kita kepada orang yang tidak tepat, kita hanya mendapat pujian “Wah… hebat”, tetapi tidak naik gaji dan dipromosikan.

  • Mencapai  Prestasi itu Berkali-kali

Kita akan dipromosikan bila mencapai prestasi berkali-kali (dalam jumlah yang banyak, mungkin juga dengan perusahaan yang lain).Bila kita mengomunikasikan prestasi kita kepada atasan kita sendiri, bisa jadi atasan kita masih tenang-tenang saja, dan kita tidak mendapatkan kenaikan gaji atau promosi. Sebaliknya, bila banyak orang dari pemilik perusahaan atau atasan perusahaan yang lain mengetahui nilai tambah kita, kita akan menerima banyak tawaran kenaikan gaji dan promosi dari luar.

  • Dengan Cara yang Tepat

Yang dimaksud dengan cara yang tepat adalah isinya tepat, sarananya tepat, waktu dan tempatnya tepat.

Isi yang tepat: Bila mau usul, selalu gunakan kata-kata,

“Menurut pengalaman Bapak…, bila kita melakukan …. (isi sendiri usulan Anda), mungkinkah kita menjadi seperti …. (isi sendiri hasil yang Anda perkirakan).”

Bila tidak setuju dengan pendapat atasan kita, gunakan pihak ketiga. Contoh: “Menurut pengalaman Bapak… misalnya ada customer yang keberatan akan (isi sendiri keberatan Anda) kita sebaiknya harus bagaimana?”

Bila mau mengomunikasikan nilai tambah kita, katakan: “Selamat Pak! Berkat Bapak bulan ini kita mencapai …. (isi prestasi yang sudah Anda capai).”

Sarana yang  tepat  adalah bertemu,  komunikasi  empat  mata.  Presentasikan prestasi  Anda pada  waktu   rapat   tahunan.   Ikuti   perkumpulan  asosiasi  manajer  atau   bisnis,   sehingga  Anda diketahui orang banyak.Waktu dan tempat yang tepat adalah ketika mood atasan Anda sedang baik. Bagaimana bisa tahu hal itu? Tanyakan pada sekretarisnya!.Semoga mendapatkan manfaat..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s